IchaDMY :)
:”)

Percaya ngga Cinta pada pandangan pertama? Mungkin kakak ngga! Tapi itu yang aku rasain. Sejak kapan? Dan kepada siapa? Ini jawabannya. Sejak kkn! Dan orang itu yang lagi baca tumblr ini! Sejak 7bulan yang lalu, sejak sebelum mengenal sosok itu. Temanmu. Rasa itu udah ada. Cuma keadaan yang buat sulit dan salah. Malahsosok dia yang datang. Mungkin memang itu salah nya, mendatangkan sosok dia yang seharusnya memang ngga seharusnya didatangkan. Pernah ada suatu saat berusaha menggantikan sosok kakak dengan dia. Tapi selalu gagal. Ujung ujung nya aku berhenti dan kembali. Kembali ke kakak. Pasti bingung alesan nulis ini apa. Cuma mau jujur buat suatu hal yang selalu dirasa. Selalu Ingin rasa nya mengatakan apa yang sedang dirasakan, tapi tak pernah aku terapkan. Ke kamu! Sumpah Ngga pernah ada maksud apa-apa.
But I just want you to know about this hard feeling ……..
Thanks (“:

Aku hanya berani menatap dan tak pernah berani mengucap
melupakan satu hal tidak semudah mengingat 100 hal.
Tak pernah mengira tidak mengatakan satu hal saja dapat merusak hal lainnya. Hati.
Ketika kata menyerah terucapkan tapi tak pernah dilakukan !!!
Belajar untuk tidak peduli, mungkin lama kelamaa akan dapat berhenti
Ini punya mu bukan dia

“Oh mengapa tak bisa dirimu yang mencintaiku, tulus dan apa adanya.”

Potongan lagu ini yang bener bener bikin aku berfikir, kenapa ngga dari dulu aku berani unuk memulai. Kenapa malah berani untuk membuka jalan dan membiarkan “dia” masuk dikehidupan ku.
Yang akhir nya malah membuat semua nya susah, susah untuk aku memulai sekedar sapaan atau hanya sebuah senyuman. Ternyata salah membiarkan dia masuk, dan akhirnya membuat aku di “cap sebagai miliknya” ya milik sahabatmu.!!!
Rasanya tidak pernah merasa bahagia, ketika teman teman mu menyebutkan nama “dia” ketika kita saling bertemu. Ingin rasanya berteriak. Tapi apa daya tidak pernah bisa.
Sampai kapan kita seperti ini, Tak pernah ada sebuah sapaan atau sebuah senyuman. Aku mengenal mu, aku mengetahui ada nya sosok kamu. Tapi tak pernah denganmu. Mungkin Mengenal ku saja tidak.
Benar benar rasanya ingin berhenti mengagumi secara diam diam. ingin memulai. Tapi tak pernah bisa memulai.
Entah sampai kapan aku bisa bertahan di rasa diam diam. Entah sampai kapan aku akan terus mengagumimu secara diam diam.
Mungkin hingga hati ini merasa lelah dan memutuskan untuk berhenti.
Tapi kapan?????? (“;
Entahlah…. biarkan saja waktu yang menjawab.

Kembalikan semua pada hati, hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti (:

I just want you to know about this hard feeling
Ya ini aku yang cuma bisa mengagumi tanpa menunjuki.
Icha
Kau yang pergi kau yang ku pertahankan

entah teori dan komitmen dari mana, namun yang jelas saya sering menemukan ini diantara pertemanan kaum laki-laki, ya sebuah hukum “kalo temen lo suka sama salah satu cewe, lo gak boleh deketin itu cewe juga” hmmmm… terkadang menyakitkan tapi itu nyata, komitmen ini banyak di pegang oleh mereka. entah tak mau di ucap jahat sebagai tukang tikung atau apalah yang jelas posisi ini memang patut di apresiasikan, namun kadang menyakitkan.

jodoh memang di tangan Tuhan, mungkin dengan sekali kedipan Tuhan bisa ubah rencana itu, namun lagi-lagi siapkah pertemanan menjadi taruhannya? mungkin hal yang sama juga terjadi di antara pertemanan kaum perempuan, tapi entahlah terkadang kaum perempuan lebih “jeger” untuk masalah tikung menikung.

kembali ke topik awal, apa yang anda lakukan ketika berada di antara persahabatan dan perasaan? bagi gua ini cuma hanya kurang ketepatan dan kecepatan waktu mengungkap. iya, kekurang cepatan ketika salah satu teman anda mendahului untuk mengabarkan itu di depan forum. mau tak mau posisi terpojokan adalah di pihak kedua yang mempunyai rasa sama namun hanya masalaah kurang cepatwaktu

ini hanyalah sebuah catatan kecil yang tak ada maksud menyindir sama sekali, hanya ingin mengingatkan dan sedikit menegur. coba ikuti kata hati anda percaya dengan perasaan mu, ikuti kata hatimu. putuskan secara bijak walau ucapan tak semudah ungkapan, saya yakin rekan anda pun akan mengerti pada akhirnya jika kisah anda berakhir bahagia

ini masalah kecepatan waktu yang berdampak pada pendustaan perasaan. Iya, sebuah waktu dan tindakan yang ada di tangan anda. Entahlah anda tahu atau tidak tentang perasaan ini, yang jelas saat ini saya merasakan sebuah hal yang mengganjal dihati. anda yang pergi justru anda yang saya pertahankan dan entahlah sampai kapan saya bisa mempertahankan perasaan ini

life isn’t about waiting
semua kembali di tangan anda.

Re-post: christine elke :)